Beranda Peristiwa Niat Urus Balik Nama Kendaraan, Diduga BPKB Pemohon Digadai Oknum PNS Bapenda...

Niat Urus Balik Nama Kendaraan, Diduga BPKB Pemohon Digadai Oknum PNS Bapenda Samsat Ciledug

TANGERANG – Ada peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga, pengalaman pahit ini dialami Prastowo (54) seorang pemohon yang tengah melakukan kepengurusan balik nama surat kendaraan bermotor di Samsat Ciledug, Kota Tangerang.

Alhasil, bukan proses balik nama kendaraan motornya selesai malah yang terjadi dokumen BPKB notor milik Prastowo diduga telah digadaikan oleh seorang oknum PNS Bapenda Samsat Ciledug.

“Saat proses kepengurusan balik nama semua persyaratan dokumen kendaraan maupun biaya sudah saya serahkan kepada E untuk di proses lebih lanjut. Saya diminta oleh E untuk menunggu sampai proses pengurusan balik nama itu selesai,” bebernya kepada wartawan, Selasa, 20 September 2022.

Namun menurut Prastowo, sampai waktu yang ditentukan untuk proses balik nama kendaraan motor miliknya oleh E tak kunjung selesai.

“Saya pernah menanyakan kepengurusan balik nama surat kendaraannya kepada E, akan tetapi jawabannya saya diminta besabar bahkan¬†terkesan berbelit-belit,” katanya.

Selanjutnya, Prastowo mencoba mencari tahu proses pengurusan balik nama kendaraannya yang sekian lama tak kunjung selesai.

“Saya mendapat informasi dari sumber yang dipercaya bahwa proses balik nama kendaraan miliknya oleh E tidak diurus. Informasinya malah BPKB jya telah digadaikan oleh E kepada pihak pemberi pinjaman. Saya kaget dan sangat menyayangkan sikap E yang tidak menjelaskan alasannya kenapa dia melakukan hal tersebut. Ini jelas tindakan pelanggaran hukum dan kode etik profesi,” tegasnya.

Mengetahui kejadian itu, Prastowo langsung menemui E di kantornya Samsat Ciledug. Setelah dikonfirmasi kepada E terkait kebenaran itu, bahwa E tidak mengelak dan membenarkannya.

Ironisnya, dari keterangan dan informasi dari warga yang enggan disebutkan namanya, bahwasannya tidak hanya BPKB milik Prastowo yang digadaikan oleh E, ada juga beberapa korban lainnya mengalami nasib serupa.

Prastowo juga mengaku heran jika memang prilaku E menyimpang dan sudah lama dilaporkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengapa tidak segera diambil putusan atau tindakan tegas.

Pasalnya, atas kejadian itu keberadaan E masih berkeliaran di lingkungan Samsat Ciledug.

“Mengapa harus menunggu sampai terjadinya korban lagi. Saya secara pribadi akan melaporkan oknum E kepada pihak berwenang, jika masalah ini tidak diselesaikan,” jtegas Prastowo.

Terpisah, UPT Samsat Ciledug Firman saat di konfirmasi wartawan menjelaskan, bagi korban yang merasa dirugikan dalam proses kepengurusan surat kendaraan, pihaknya siap membantu sampai selesai.

“Jika ada pemohon merasa dirugikan tolong dilampirkan datanya, biar saya bantu kepengurusannya sampai selesai. Sebelumya saya sempat berinisiatif untuk pasang foto dia dilantai bawah agar pemohon yang mau urus pajak kendaraan jangan melalui orang itu,” terang Firman.

Firman juga mengakui, jika E banyak buat masalah, padahal dirinya juga sudah mengingatkan agar tidak berbuat seperti itu.

“Kiita sudah laporkan dia ke BKD untuk diambil tindakan. Jadi tinggal tunggu surat eksekusi saja, karena berwenang adalah BKD,” tandasnya.