Beranda Berita Utama Bangunan Tak Layak, PKL Kota Tua Keluhkan Tempat Relokasi

Bangunan Tak Layak, PKL Kota Tua Keluhkan Tempat Relokasi

Kondisi gedung lama tenpat relokasi PKL kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat (dok)

JAKARTA– Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Jalan Kunir kawasan Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat mengeluhkan tempat relokasi ke .gedung tua karena dinilai kurang layak.

Salah satu pedagang, Amin bersama pedagang lainnya, sangat mengeluhkan jika harus direlokasi ke gedung tua. Dimana keadaan bangunan gedung tersebut tidak layak untuk digunakan dan kurang strategis.

“Mana mungkin kami pindah kesana, kondisi gedungnya saja tak layak jika digunakan. Apalagi disaat turun hujan atap gedung bocor dan lantainya tergenang air,” keluhnya kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Menurut Amin, dirinya dan pedagang lain sebelumnya sudah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pada saat peresmian Rusun Kunir beberapa waktu lalu.

“Pak Anies sudah mengiyakan untuk kami bisa bertemu dengannya. Surat sudah kami kirimkan, tinggal tunggu jadwal pak Anies kapan bisanya,” katanya.

Sementara Ketua Pedagang Persatuan Wisata Kota Tua (PERWISTA) Sukari Setiawan mengatakan, para pedagang yang tergabung dengan Perwista dengan tegas menolak direlokasi ke gedung tua.

“Padahal gedung ini sudah diperbaiki, namun tetap saja belum layak untuk digunakan oleh para pedagang,” jelasnya.

“Hancur pak, ngeri rubuh, gedungnya belum rapi, atap-atap masih bolong, nanti bagaimana kalau rubuh, bahaya kan, dan posisi etalase juga tidak sesuai kebutuhan pedagang,” sambung Sukari.

Selain itu, dia mengungkapkan, para pedagang juga dibebankan biaya sewa gedung sebesar Rp 800 ribu per bulan.

“Awalnya dua bulan gratis tanpa dipungut biaya kemudian tiga bulan dibayar sekaligus, dengan harga sewa per bulan Rp 800 ribu,” tutur Sukari.

Sukari pun mengaku, dengan adanya kebijakan itu, tentunya mereka sangat keberatan dan tidak sanggup jika harus membayar harga sewa yang ada. Apalagi tempat dan lokasi tidak memadai.

“Kami pedagang tak mampu lah jjika harus bayar segitu dengan kondisi saat ini,” cetusnya.

Namun, Sukari dan pedagang lainnya berkeinginan bisa mendapatkan lokasi lain, yang layak untuk mencari nafkah.

“Saya berharap bisa diberikan tempat yang layak, kami siap dibina kok,” tutupnya.